JA slide show
You are here: Home arrow Daily News
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Daily News
Arpeni Pratama Ocean Line peroleh kontrak USD1.0 miliar

Arpeni Pratama Ocean Line (APOL) memperoleh kontrak pengangkutan minyak dan gas untuk rute Eropa dan AS senilai
USD1.0 miliar atau setara dengan IDR9.3 triliun. Manajemen APOL juga menyatakan bahwa perseroan akan menjajaki
pinjaman perbankan senilai USD250. 0 juta atau setara dengan IDR2.3 triliun. Perseroan juga akan mengalokasikan USD120.0
juta pada tahap awal untuk menyewa kapal yang memiliki kemampuan memproduksi dan mengangkut minyak dan gas
tersebut. APOL membutuhkan modal senilai IDR7.0 triliun yang akan digunakan untuk peningkatan kebutuhan kapal domestik
hingga asas cabotage secara penuh diterapkan pada tahun 2010.
 
Aneka Tambang beli 10.0% saham proyek Martabe

Aneka Tambang (ANTM) menandatangani nota kesepahaman atas pembelian 10.0% saham di proyek Martabe milik Oxiana
Resources senilai USD66.5 juta. ANTM juga memiliki opsi untuk membeli 10. 0% saham lagi dengan nilai yang sama dan opsi
tambahan sebesar 5. 0% sehingga perseroan dapat menguasai hingga 25.0% saham proyek Martabe. Perseroan akan
menggunakan dana internal untuk membali 10.0% saham Martabe. Proyek Martabe mencakup pengembangan deposit emas
dan perak dengan estimasi biay a proyek senilai USD310.0 juta dengan sumber daya yang terkandung sebanyak 187 ton emas
dan 1,866 ton perak.

 
Wijaya Karya incar proyek senilai IDR2.3 triliun


Wijaya Karya (WIKA) mengincar proyek pembangunan 8 pembangkit listrik di sejumlah daerah dengan total nilai kontrak
mencapai IDR2.3 triliun. Proyek tersebut tidak termasuk proyek pembangunan dua pembangkit listrik yang juga diincar
perseroan dengan nilai mencapai USD400.0 juta. Manajemen perseroan menyatakan bahwa WIKA memiliki dana untuk
menjadi kontraktor di pembangkit tersebut. Selain dari dana internal, sejumlah bank juga berkomitmen memberikan kredit
kepada perseroan dengan jumlah mencapai IDR4.0 triliun, yang terdiri dari pinjaman tunai IDR1.0 triliun dan pinjaman non
tunai IDR3.0 triliun.

 
Kimia Farma incar 51.0% saham pabrik obat

Kimia Farma (KAEF) mengincar 51.0% saham perusahaan patungan yang akan dibentuk perseroan dan China Shijiazhuang
Pharmaceutical (CSPC), perusahaan farmasi terbesar kedua di Tiongkok. Perusah aan patungan tersebut akan membangun
pabrik obat dengan nilai investasi IDR200. 0 miliar. Manajemen KAEF menyatakan bahwa perseroan berniat menjadi pemegang
saham mayoritas di perusahaan patungan tersebut. Sementara itu, sepanjang kuartal I 2008 kontribusi penjualan perseroan
dari dari produk obat, pil KB, alat kesehatan, dan lain-lain untuk pasar lokal sebesar IDR420. 3 miliar atau naik 1. 1%
dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar IDR445. 5 miliar.


 
Qatar Telecom telah sampaikan dokumen penawaran tender

Qatar Telecom (Qtel) telah menyampaikan dokumen penawaran tender kepada Bapepam-LK. Qtel berencana merealisasikan
tender offer seluruh sisa saham Indosat (ISAT) termasuk saham ADS. Pada 22 Juni 2008, Qtel secara tidak langsung
mengambil alih 2.2 miliar saham Seri B atau 40.8% yang dikuasai Indonesia Communications Limited (ICLM) dan Indonesia
Communications Pte (ICLS) . Pengambilalihan dilakukan berdasarkan perjanjian jual beli paad 6 Juni 2008 antara Qtel dan ATT
Communications. STT memiliki ICLM dan ICLS melalui kepemilikannya atas Asia Mobile Holding sebesar 75.0% dan Qtel
memiliki 25.0%.